Legenda Nyi Rambut Kasih

Legenda Nyi Rambut Kasih adalah cerita rakyat lokal yang mungkin tidak tenar se-Indonesia layaknya legenda lain. Legenda Nyi Rambut Kasih dipercaya sebagai sasakala Majalengka, sebuah kota kecil di timur Priangan. 



Alkisah, pada abad ke-15 sebuah kerajaan bernama Sindang Kasih, kepala negaranya adalah seorang Ratu berambut panjang nan cantik jelita, Nyi Rambut Kasih. Sindangkasih adalah negeri yang gemah ripah loh jinawi, kaya akan hasil tanaman dan buah-buahan. 

Pada saat yang sama, kesultanan Cirebon sedang dilanda musibah wabah penyakit yang merajalela menyerang warganya. Sang Sultan, Sunan Gunung Jati mendapat petunjuk bahwa obat untuk wabah penyakit yang melanda negerinya adalah buah maja, yang hanya ada di Tatar Sindangkasih. Sunan Gunung Jati pun kemudian memerintahkan Pangeran Muhammad dan istrinya, Siti Armilah, untuk mencari buah maja dan menyebarkan Islam. 


Sesampainya di Sindangkasih, ternyata Sang Ratu Nyi Rambut Kasih enggan masuk Islam, pun tidak mau memberikan buah maja pada Pangeran Muhammad. Pecahlah perang antara Sindangkasih dan Cirebon. 

Pasukan Sindangkasih tersudut, Nyi Rambut Kasih dan para prajuritnya terdesak hingga Leuwilenggik dan ngahiyang (sirna tanpa jejak) di sebuah batu, yang kemudian disebut sebagai "Batu Patilasan". 

Bersamaan ngahiyang-nya Sang Ratu, buah maja pun turut menghilang. Pangeran Muhammad pun melapor pada Sultan, "Majae langka!" (bahasa Cirebon, artinya buah majanya tidak ada). 

Demikianlah asal muasal nama Majalengka. Cerita rakyat Nyi Rambut Kasih ini melegenda hingga kini. 
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url